RSS

Arsip Tag: kfbi

Gambar

#movember!

#movember!

Untuk berpartisipasi dalam gerakan #movember, yaitu kampanye kesadaran akan kanker prostat, beberapa anggota KFBI memposting foto mereka dengan kumis (yang semuanya palsu πŸ˜€ ) ke Facebook dan Instagram. Setiap foto ini dihargai US$1 oleh HTC dan Fotodroids untuk disumbangkan ke yayasan kanker.

Kamu juga masih bisa berpartisipasi sampai akhir bulan ini dengan posting foto berkumis ke social media (FB, twitter, Instagram) dan menambahkan hashtag #hairstochange #htc #fotodroids. Kamu juga bisa follow @yopiesuryadi, founder #fotodroids untuk memastikan kampanye kamu tepat sasaran.

Kenapa kumis? Karena ini adalah tentang kanker prostat yang identik dengan laki-laki.
Terimakasih untuk yang sudah ikut kumisan! πŸ™‚

Iklan
 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada November 26, 2013 in jurnal

 

Tag: , , ,

Cerita Fotografi Ponsel (Seri 1 – Eka Setiawati)

image

Post ini ditulis oleh Eka Setiawati

Hai. Saya Eka, Perawat yang punya hobi motret sejak SMP dan pengguna Ricoh analog waktu SMA. Masuk kuliah bukan jurusan photography, tapi sebagai anggota Sekretariat Mahasiswa selalu dapat bagian dokumentasi yang diterima dengan senang girang – bukan senang hati lagi, apalagi sudah gak perlu pakai kamera yang di-ekrek ekrek, lumayan lebih canggih, habis jepret balik sendiri, meski masih pake rol.

Setelah mulai kerja, 3 tahun hanya pakai kamera HP (Ricoh jaman dulu sudah hilang entah kemana.) HP masih jaman VGA waktu itu, sempat pakai N 73 yg katanya dilengkapi lensa Carl Seizz. Waktu pake HP ini jeprat jepret terus, sampai akhirnya ketemu HP saya yg sekarang: Samsul Ga’ FIT S 5670 alias Samsung Galaxy FIT dengan kamera bawaan 5 MP. Hobi foto makin menggila.

image

Sudah 2 tahun ini saya di temani si FIT buat mengabadikan banyak moment. Dari anak saya umur 2 tahun semua moment terekam.

Desember 2012 saya menemujan aplikasi editing foto di Android namanya PicsArt. Share foto awal seperti biasa, kebanyakan selfie, follow orang a-z jadi tau jenis-jenis foto yang bagus, tertarik sama Macro sejak ketemu Ririez Kelana lewat aplikasi itu, jadi lebih tau lagi bahwa bisa foto Macro pakai HP dengan lensa tambahan (saya pakai yang namanya Oshino.) Semua objek dicoba foto Macro pakai Oshino, ternyata nemu CLICKnya sama embun.

Awalnya mencoba Macro dengan Oshino pakai kamera bawaan HP yg 5MP, tapi ternyata kurang bagus jadinya. Coba aplikasi-aplikasi kamera yang lain, gak ada juga yang cocok. Akhirnya pakai kamera bawaan aplikasi dari PicsArt (resolusinya hanya sekitar 900×1200), ternyata aplikasi kamera inilah yang cocok untuk embun dan macro.

Kamera bawaan PicsArt ini sebenarnya punya settingan ISO dll, tapi saya gak pernah ganti, benar-benar mengandalkan default saat buka kamera itu. Yang namanya ngembun pastinya kudu damai sama tanah kotor… kalau sudah nemu asyiknya, saya sudi bermiring-miring ria demi mendapatkan refleksi yang saya inginkan, biar masuk di dalam embun. Awalnya “mengembun” di taman Rumah Sakit tempat saya kerja, yang pasti refleksinya ya gedung. Baru-baru ini saja belajar refleksi bunga.

image

O iya… setiap habis motret, saya pasti edit dulu biar enak di pandang. Dulu sih pakai PicsArt juga klo ngedit, hanya sebatas cropping, naikin saturasi, kontras, sharpness. Tapi sekarang saya lebih sering pakai aplikasi PicsayPro. Sama sih, hanya sebatas cropping, resize maksimal yg di sediakan PicsayPro, naikin exposure, boost default 50%, sharpness 100, smooth 50, kadang nambahin saturasi meski gak sering.

Demikian sedikit cerita dari saya, semoga bermanfaat πŸ™‚

*nikmati lebih banyak foto-foto ponsel Eka yang indah di halaman grup KFBI dan profilnya

 
4 Komentar

Ditulis oleh pada Oktober 24, 2013 in Dari KFBI Untuk Semua, fotografi ponsel, member kfbi

 

Tag: , , , ,

Kembang Setaman

image


Baris 1 (ki-ka): annisa, pipit, doni, fiyan / Baris 2 (ki-ka): bana, krista, daru, ozi / Baris 3 (ki-ka): maura, reni, bony, eka / Baris 4 (ki-ka): mumu, susan, riris, rika

Bunga adalah salah satu objek fotografi yang tidak terbantahkan. Kecantikannya selalu minta diabadikan. Memiliki kamera berarti bisa “menyimpan” keindahan bunga tanpa memetik dan memindahkannya ke dalam vas, tapi ke dalam kenangan.

Lagu “Bunga Di Tepi Jalan” yang versi aslinya dinyanyikan Koes Plus lalu dipopulerkan kembali oleh Sheila on 7, dipilih Sandi Soetrisno (lebih dikenal dengan panggilan Susan) sebagai tema daily challenge di Whatsapp hari Sabtu lalu. Bunga-bunga dari berbagai jenis dan warna ini kemudian dirangkainya dalam satu kolase untuk hadiah pernikahan Nailah Fitria, salah satu anggota KFBI yang melangsungkan akad nikah pada hari Minggu berikutnya. Cantik πŸ™‚

Sedikit tips memotret bunga:
Macro masih menjadi teknik unggulan untuk memotret keindahan bunga, karena secara fisik tidak terlalu besar dan detil keindahannya tersembunyi. Tentu tidak harus menggunakan SLR atau kamera compact. Bahkan foto-foto bunga diatas diambil menggunakan kamera hp.
Kedua, bunga adalah objek yang tidak membutuhkan banyak pendukung. Hanya dia dan dia saja yang penting. Jadi biarkan kelopaknya memenuhi frame, warnanya mencuri pandangan, dan perhatikan kebiasaannya. Ada bunga yang bisa berdiri sendiri seperti teratai dan lily, ada yang akan lebih menarik bila bergerombol seperti bunga rumput.

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada Oktober 23, 2013 in Dari KFBI Untuk Semua, fotografi ponsel

 

Tag: , , ,

Rasa-Rasa Langit

I remembered black skies,
the lighting all around me.
I remembered each flash,
as time began to blur.
Like a startling sign
that fate had finally found me,
and your voice was all I heard,
that I’d get what I deserve.

– New Divide, Linkin Park

Sudah pernah dengar lagu diatas? Kalau belum, dengar disini.
Bana memilih lirik ini untuk salah satu challenge harian di Whatsapp dengan tema Musik & Foto selama bulan Oktober.

Langit memang selalu menawan dan jadi objek favorit hampir semua pencinta fotografi. Warna-warna dan karakternya bisa mempengaruhi suasana hati. Cerah, mendung, dingin, hangat, ringan, dan sebagainya.

image

Kolom kiri (atas-bawah): Eka, Bony. Kolom kanan (atas-bawah): Soesan, Roi, Krista

image

Baris atas (ki-ka): MuMu, Daru. Baris bawah (ki-ka): Rika, Reni, Pipit.

Semua foto diambil menggunakan kamera ponsel dan adalah langit dari berbagai penjuru negeri. Kalau kamu ingin tahu bagaimana efek wide dan warnanya dibuat, tunggu post berikutnya, ya.

Yuk, coba dokumentasikan langit selama beberapa minggu dan lihat betapa indahnya kolasemu nanti πŸ˜‰

 
4 Komentar

Ditulis oleh pada Oktober 17, 2013 in fotografi ponsel

 

Tag: , ,

Makan Apa?

Selain di Facebook, anggota KFBI juga berkumpul di ruang Whatsapp untuk berbagi foto dan cerita (bagi yang ingin bergabung, bisa menghubungi neng Pipit untuk di-invite.) Hampir setiap hari ada photography challenge dengan tema yang berbeda. Bulan lalu temanya adalah alfabet, dimana setiap huruf mewakili satu topik. Salah satunya adalah M untuk Makan Siang yang dipilih M. Adzroi.

Berikut foto-foto pada hari itu:

image

image

Ada makanan berat, ada selingan, ada juga yang segar-segar. Hmmm! Dan semuanya asli makanan Indonesia πŸ˜‰
Apa yang membuat food photography berhasil? Kemampuannya untuk membangkitkan selera. Menyenangkan untuk tahu bahwa para anggota KFBI punya selera makan yang baik πŸ˜€

Kamu suka makan apa?

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada Oktober 16, 2013 in fotografi ponsel

 

Tag: , , ,

Suara

Oleh-Oleh, bagian 2

image

Setelah dua minggu lalu kita menikmati beberapa tempat dan kuliner khas oleh-oleh dari teman-teman KFBI, sekarang kita akan jalan-jalan lagi sekaligus menutup Challenge 15 untuk bulan September.

Firman menyuguhkan foto pempek langsung dari Palembang. Cukup gambarnya saja sudah menerbitkan air liur, ya. Ditambah dengan semangkuk kecil cuka-nya. Hmm!

Di sebelahnya ada foto bebek Sinjay khas Madura dari Maura. Katanya, sebelum bisa menikmati bebek goreng bertabur serundeng ini, kita harus mengantri cukup lama. Wih. Penasaran enaknya, kan?

Shanti mengajak kita melihat sisi lain dari Braga, Bandung melalui Sarinah yang dulunya adalah swalayan. Di seberangnya ada Cafe Zombie. Wow, berani coba?

Jakarta identik dengan Monas, dan inilah yang diangkat Eka dalam kolase-nya yang cantik. Mengajak kita melihat Jakarta dari ketinggian. Sekaligus mengagumi kemegahan Monas dari kaki tugunya.

Fiyan mengajak kita menikmati keindahan Pantai Bentar, Probolinggo yang ternyata adalah kekayaan lain daerah ini selain Bromo yang sudah sangat terkenal. Keunikan lainnya, kamu bisa menemukan hiu tutul di pantai yang terletak di Selat Madura ini. Tiket masuknya hanya Rp.3.000,-

Ichal mendapat keistimewaan untuk blusukan ke dapur Bakpia Pathok 25 yang sudah terkenal sebagai oleh-oleh khas dari Jogja. Pengunjung boleh mencicipi bakpia yang baru matang, lho. Hmmm!

Jakarta yang biasa diwarnai banjir saat musim hujan sekarang punya Banjir Kanal Timur yang jadi oleh-oleh unik dari Bony yang mengangkat jalur sepeda di sebelah BKT ini.

Rizal mengabadikan kecantikan Istana Bogor yang megah dan tenang. Taman yang juga menjadi penangkaran rusa di sekeliling istana ini terbuka untuk umum dengan tiket masuk Rp.15. 000,- untuk pejalan kaki dan Rp.30.000,- untuk pengendara mobil.

Dari Sis Wanto di Semarang ada Gereja Blenduk. Arsitektur klasik yang juga salah satu landmark ibu kota Jawa Tengah ini sudah sangat terkenal di kalangan fotografer dan mereka yang menyukai pemotretan prewedding.

Rumah Makan Ciganea di Purwakarta punya menu istimewa.”, kata Pipit. Yaitu ayam basah yang adalah ayam bumbu ungkep. Tapi yang menarik perhatian Pipit ternyata tempat cuci tangannya yang berbentuk gentong tanah liat dan ciduk dari batok kelapa. Unik, ya. Mengingatkan pada perangkat siraman untuk calon pengantin.

Demikian sepaket oleh-oleh dari berbagai penjuru tanah air. Terimakasih untuk yang sudah berpartisipasi. Sampai ketemu di Challenge 16 πŸ™‚

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada Oktober 2, 2013 in blog

 

Tag: , , , , , ,

Taut

image

Di usianya yang masih terbilang muda, 23 tahun, Erwin sudah mantap menjadikan fotografi sebagai bagian dari kehidupannya. Menjalani dua profesi; sebagai karyawan swasta di hari kerja dan fotografer di akhir pekan, tentu membutuhkan komitmen tinggi. Tanpa mengesampingkan peran utamanya sebagai suami, calon ayah, dan kepala rumah tangga.

Foto-fotonya menawan dengan editing halus, memberi kesan siap dan lengkap. Seperti sepiring hidangan nikmat yang dihiasi garnish, menarik dan membuat orang ingin ada dalam frame hasil karyanya. Ini yang kemudian menjadi kunci profesionalismenya.

image

Fotografi itu apa menurut Erwin, dan kenapa tertarik mendalaminya?

Fotografi itu menurut saya adalah bahasa peristiwa yang sifatnya universal. Dilukiskan secara visual kedalam sebuah gambar/foto.Fotografi itu mewakili pandangan mata manusia. Tidak terbatas oleh baik atau buruk, benar ataupun salah. Fotografi itu media penyampaian informasi yang bernilai seni.
Saya tertarik mendalami fotografi
karena kecintaan saya terhadap seni visual. Saya ingin mencoba merealisasikan seni visual yang
nyata dan indah melalui selembar foto yang bisa mewakili cerita didalamnya.

Apa sih yang dibutuhkan seseorang untuk bisa menghasilkan foto yang bagus?

Menurut saya, secara sederhana, foto yang bagus adalah yang tidak gampang dilupakan. Orang yang melihat foto tersebut setidaknya butuh waktu lebih dari 10 detik untuk memperhatikan makna dan keindahan dibalik foto itu dan berencana akan melihatnya lagi dilain waktu. Karena itu, untuk memancing orang melihat foto kita dengan waktu yang tidak sekedar lewat tersebut, dibutuhkan kreatifitas. Buat foto kita berbeda, bercerita, dan memenuhi komposisi yang baik dan menarik untuk ditampilkan. Dan jangan pernah gengsi untuk mengedit hasil foto kita karena foto yang β€œbiasa” itu akan sangat mudah dilupakan. Buat foto yang biasa menjadi luar biasa dengan
belajar mengolah warna dan efek-efel tertentu dengan software pengolah foto digital. Saya selalu
menerapkan teori tentang manajemen konstruksi bangunan dalam mengolah foto. Struktur
bangunan yang baik dan pondasi yang kokoh tidak akan ada artinya tanpa proses finishing yang baik.

Genre apa yang dominan dalam foto-foto Erwin? Kenapa suka genre itu?

Saya adalah pecinta fotografi lintas genre. Saya suka semua genre dan tidak pernah mengkotak-kotakkan genre tertentu yang saya jadikan sebagai jati diri saya. Tapi, jika dilihat dari rasa nyaman, saya suka memotret manusia. Bisa berupa potret pasangan dengan kelucuan, keakraban, dan keromantisannya. Foto anak-anak dengan wajahnya
yang lucu dan polos. Model dan fashion. Potret budaya dan kekhasan wajah Indonesia. Atau hanya sekedar candid di keramaian. Banyak ekspresi tubuh dan wajah yang kadang menarik untuk di abadikan.

image

Apa ciri khas foto-foto Erwin?

Terus terang saya sendiri masih mencari ke khas-an dari karya-karya saya. Saya belum menemukan ciri yang bisa membedakan foto saya dengan
karya-karya foto yang lain. Sejauh ini saya masih mencoba mengembangkan hasil-hasil foto saya dengan karakter yang berbeda-beda. Dari beberapa
hasilnya, saya sangat suka foto dengan konsep warna (tonal) yang tidak biasa / tidak sesuai kedaan sebenarnya. Mungkin itu bisa menjadi salah satu ciri khas saya.

Bagaimana Erwin mulai jadi fotografer profesional? Adakah kendalanya saat itu?

Semua dimulai dari hobi dan kecintaan saya pada dunia fotografi dan seni olah digital.
Persisnya dulu, waktu masih di SMA, saya menjadi fotografer bulletin dengan hanya bermodalkan kamera poket. Saya dulu belum faham seperti apa fotografi, DSLR, dan sebagainya. Karena itu saya mulai bermimpi suatu saat bisa memiliki peralatan fotografi sendiri dengan kerja keras saya. Sampai akhirnya saya kuliah, mencoba sedikit demi sedikit kembali mengejar obsesi saya dulu. Mulai belajar memahami fungsi DSLR dengan
modal pinjam teman, sampai akhirnya bekerja, punya penghasilan sendiri dan bisa membeli peralatan fotografi.

Apa saja yang dibutuhkan seorang fotografer untuk mulai berbisnis dengan kemampuan
memotretnya?

Ketahui teknik-teknik dasar dalam fotografi. Pahami dan evaluasi setiap hasil foto kita dengan rutin. mintalah pendapat orang lain tentang foto yang kita perlihatkan tersebut. Kalau orang sudah mulai bisa menerima foto-foto kita, mulailah kearah yang lebih serius. Menabung untuk melengkapi peralatan fotografi yang paling dasar, seperti flash dan lensa. Buat orang percaya pada kemampuan kita. Buatlah portofolio karya-karya kita. Coba cari teman atau saudara untuk dijadikan model foto-foto yang akan kita pamerkan. Setelah mendapatkan konsumen, bangunlah komunikasi yang baik. Berikan bonus gratis yang mereka tidak dapatkan dari fotografer lain. Misalnya, dengan memberikan foto editing yg lebih banyak, video slide show foto-foto mereka, dan tambahan waktu pemotretan jika mereka merasa kurang puas. Dengarkan pendapat mereka, dan buat mereka yakin bahwa foto yang kita hasilkan adalah yang terbaik.

Bagaimana Erwin mengasah kemampuan fotografi?

Saya adalah karyawan swasta yang tidak punya banyak waktu untuk rutin memotret. Saya hanya memiliki waktu luang di hari Minggu. Biasanya, jika tidak ada
aktivitas lain, saya berkunjung ke komunitas-komunitas fotografi disekitar kota tempat tinggal saya. Disana biasanya saya banyak mendapatkan ilmu tentang
fotografi. Dan di hari biasa, saya biasanya membaca artikel-artikel di internet untuk lebih memahami teknik fotografi. Melihat karya-karya fotografer profesional, dan membaca tips dan trick untuk menghasilkan foto yang baik.

Mana yang lebih menentukan kualitas sebuah foto: peralatannya atau fotografernya?

Fotografernya. Kreatifitas seorang fotografer lebih mahal dan bernilai dibandingkan harga lensa dan kamera dengan kualitas terbaik. Fotografer sejati tidak menjadikan peralatan sebagai kendala untuk melahirkan karya-karya yang kreatif dan berkualitas.

Ada tips untuk mereka yang ingin mulai terjun ke dunia fotografi profesional?

Pahami teknik-teknik fotografi. Jangan terlalu bergantung pada kelengkapan peralatan karena itu bisa menjadi hambatan untuk memulai. Perbanyak membaca dan mempraktekkan ilmu yang telah didapat. Jalin komunikasi yang baik dengan teman sekolah, kuliah, kantor, ataupun komunitas. Biasanya mereka lah “pengiklan” gratis yang akan mempromosikan karya-karya Anda.

Tertarik untuk difoto oleh Erwin? πŸ™‚ Kamu bisa temui melalui profil Facebooknya: https://www.facebook.com/erwin.suhendra477

 
1 Komentar

Ditulis oleh pada September 27, 2013 in member kfbi

 

Tag: , , ,