RSS

Arsip Tag: fotografi

Cerita Perjalanan Mengenal Indonesia (Pulau Jawa)

Sekitar bulan April lalu, salah satu member KFBI yang bernama Muhammad Adzroi ini, bersama kedua temanya, pergi melakukan perjalanan ke tempat yang sangat ingin mereka kunjungi. laki-laki yang akrab dipanggil  “Atook” ini melakukan perjalanan lintas pulau. yaitu dari Pekanbaru (Pulau Sumatra) menuju ke Madura (Pulau Jawa).

Berikut adalah hasil tanya jawab admin KFBI dengan Muhammad Adzroi tentang cerita perjalananya

 Apa Yang Melatar belakangi munculnya ide melakukan perjalanan tersebut?

Intinya bersilaturahmi dengan kedua teman saya ini. dulu kami sering bertemu, tapi karena kesibukan masing-masing, kami sempat terpisah lama, dan akhirnya bisa berkumpul lagi saat melakukan perjalanan ini. tadinya hendak pergi berempat, tapi karena ada halangan, akhirnya kami pergi bertiga. atook, Rian, dan Suardi

Kemana Tujuan Perjalanan ini?

Tujuan Perjalanan kami adalah ke Pulau Madura. kami sengaja tidak merencanakan rute perjalanan secara detil, supaya sebelum tiba di madura, kami bisa menyusuri beberapa kota favorit seperti jakarta, bandung, Jogja dan solo.

2Atook bersama kedua temanya

Kapan perjalanan ini dimulai? dan kapan berakhir?

Kami berangkat tanggal 27 April 2014 dari pekanbaru menuju Cengkareng, dan pulang kembali pada 5 mei 2014 dari cengkareng menuju pekanbaru.

Dari beberapa tempat yang dikunjungi, tempat yang menjadi favoritmu apa?

Seluruh tempat yang kami kunjungi adalah tempat yang sangat menarik bagi kami. jakarta dengan keangkuhan gedungnya, bandung dengan keramah tamahan masyarakatnya dan suasana malamnya yang sangat indah, Jogja dengan kuliner dan pariwisatanya, Berakhir di madura dimana masyarakatnya sangat perhatian dan ulet dalam bekerja.

1Gedung Sate di malam hari

Ada pengalaman Menarik selama melakukan perjalanan?

pengalaman menarik menurut saya adalah saat berada di madura. bahasa sehari hari masyarakatnya, asing terdengar di telinga saya. biasanya saya dengar logat bahasa ini di Televisi, dan saat itu saya mendengar langsung dari maduranya. Amazing…

Spot Foto mana yang paling bagus menurutmu diantara kota-kota yang kamu kunjungi tersebut?

untuk spot foto yang bagus, menurutku Bandung Juaranya. apalagi saat malam hari, Lighting yang terpancar dari beberapa tempat terbaiknya, menjadi objek yang sangat menarik untuk dipotret.

3Saat berada di Candi Borobudur

Transportasi apa yang digunakan untuk menempuh perjalanan ini?

Semua Transportasi kami gunakan. mulai dari pesawat, bus,Taxi, dan yang paling unik adalah Bajaj biru dari jakarta. transportasi ini tidak kami temui di tempat asal kami, pekanbaru.

Gear/alat apa yang digunakan untuk mengabadikan momen saat itu?

saya menggunakan Canon 550D , dan sebuah Tripod

4Saat menuju Madura

Bagaimana Perasaanmu setelah mengunjungi tempat-tempat tersebut?

Speechless yah… Indonesia ini sungguh luar biasa, saya yakin masih banyak budaya masyarakat indonesia yang perlu saya tahu, masih banyak keindahan alam indonesia yang bisa saya abadikan , dan masih banyak kuliner khas indonesia yang belom saya cicipi. dan inilah kata-kata bijak tentang indonesia yang sangat saya suka.Benarlah kata orang, Indonesia ini bak sepenggal Firdaus di muka bumi.

 

“Tuhan, negeri ini indah.Bantu kami menjaganya” (From: 5cm Indonesian Movie)

 

Iklan
 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada Mei 29, 2014 in blog, member kfbi, Uncategorized

 

Tag: , , , , , , , ,

Rasa-Rasa Langit

I remembered black skies,
the lighting all around me.
I remembered each flash,
as time began to blur.
Like a startling sign
that fate had finally found me,
and your voice was all I heard,
that I’d get what I deserve.

– New Divide, Linkin Park

Sudah pernah dengar lagu diatas? Kalau belum, dengar disini.
Bana memilih lirik ini untuk salah satu challenge harian di Whatsapp dengan tema Musik & Foto selama bulan Oktober.

Langit memang selalu menawan dan jadi objek favorit hampir semua pencinta fotografi. Warna-warna dan karakternya bisa mempengaruhi suasana hati. Cerah, mendung, dingin, hangat, ringan, dan sebagainya.

image

Kolom kiri (atas-bawah): Eka, Bony. Kolom kanan (atas-bawah): Soesan, Roi, Krista

image

Baris atas (ki-ka): MuMu, Daru. Baris bawah (ki-ka): Rika, Reni, Pipit.

Semua foto diambil menggunakan kamera ponsel dan adalah langit dari berbagai penjuru negeri. Kalau kamu ingin tahu bagaimana efek wide dan warnanya dibuat, tunggu post berikutnya, ya.

Yuk, coba dokumentasikan langit selama beberapa minggu dan lihat betapa indahnya kolasemu nanti 😉

 
4 Komentar

Ditulis oleh pada Oktober 17, 2013 in fotografi ponsel

 

Tag: , ,

Suara

Oleh-Oleh, bagian 2

image

Setelah dua minggu lalu kita menikmati beberapa tempat dan kuliner khas oleh-oleh dari teman-teman KFBI, sekarang kita akan jalan-jalan lagi sekaligus menutup Challenge 15 untuk bulan September.

Firman menyuguhkan foto pempek langsung dari Palembang. Cukup gambarnya saja sudah menerbitkan air liur, ya. Ditambah dengan semangkuk kecil cuka-nya. Hmm!

Di sebelahnya ada foto bebek Sinjay khas Madura dari Maura. Katanya, sebelum bisa menikmati bebek goreng bertabur serundeng ini, kita harus mengantri cukup lama. Wih. Penasaran enaknya, kan?

Shanti mengajak kita melihat sisi lain dari Braga, Bandung melalui Sarinah yang dulunya adalah swalayan. Di seberangnya ada Cafe Zombie. Wow, berani coba?

Jakarta identik dengan Monas, dan inilah yang diangkat Eka dalam kolase-nya yang cantik. Mengajak kita melihat Jakarta dari ketinggian. Sekaligus mengagumi kemegahan Monas dari kaki tugunya.

Fiyan mengajak kita menikmati keindahan Pantai Bentar, Probolinggo yang ternyata adalah kekayaan lain daerah ini selain Bromo yang sudah sangat terkenal. Keunikan lainnya, kamu bisa menemukan hiu tutul di pantai yang terletak di Selat Madura ini. Tiket masuknya hanya Rp.3.000,-

Ichal mendapat keistimewaan untuk blusukan ke dapur Bakpia Pathok 25 yang sudah terkenal sebagai oleh-oleh khas dari Jogja. Pengunjung boleh mencicipi bakpia yang baru matang, lho. Hmmm!

Jakarta yang biasa diwarnai banjir saat musim hujan sekarang punya Banjir Kanal Timur yang jadi oleh-oleh unik dari Bony yang mengangkat jalur sepeda di sebelah BKT ini.

Rizal mengabadikan kecantikan Istana Bogor yang megah dan tenang. Taman yang juga menjadi penangkaran rusa di sekeliling istana ini terbuka untuk umum dengan tiket masuk Rp.15. 000,- untuk pejalan kaki dan Rp.30.000,- untuk pengendara mobil.

Dari Sis Wanto di Semarang ada Gereja Blenduk. Arsitektur klasik yang juga salah satu landmark ibu kota Jawa Tengah ini sudah sangat terkenal di kalangan fotografer dan mereka yang menyukai pemotretan prewedding.

Rumah Makan Ciganea di Purwakarta punya menu istimewa.”, kata Pipit. Yaitu ayam basah yang adalah ayam bumbu ungkep. Tapi yang menarik perhatian Pipit ternyata tempat cuci tangannya yang berbentuk gentong tanah liat dan ciduk dari batok kelapa. Unik, ya. Mengingatkan pada perangkat siraman untuk calon pengantin.

Demikian sepaket oleh-oleh dari berbagai penjuru tanah air. Terimakasih untuk yang sudah berpartisipasi. Sampai ketemu di Challenge 16 🙂

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada Oktober 2, 2013 in blog

 

Tag: , , , , , ,

Gambar

Oleh-Oleh – bagian 1

Selama bulan September 2013 ini, KFBI mengadakan challenge fotografi tentang oleh-oleh atau ciri khas dari masing-masing kota para anggota KFBI. Akhir minggu ini, kita akan lihat beberapa foto oleh-oleh dari mereka yang mungkin kamu belum pernah lihat atau dengar dan semoga bisa menjadi tambahan pengetahuan 🙂

oleholeh

Searah jarum jam, dari kiri atas:

1. Batik Semarang dari Annisa Cahyaningtyas

“Lunpia, bakpia pathok, dan bandeng presto mungkin terdengar tidak asing di telinga para pendatang atau wisatawan yg berkunjung ke Semarang saat ingin membeli oleh-oleh. Tapi, yang satu ini ga kalah dari sederetan makanan tadi buat buah tangan dari kota Semarang tercinta, yaitu Batik Semarangan.

Mungkin biasanya orang tau batik yang dari Jawa Tengah itu batik Pekalongan, batik Solo, dan lainnya tapi belum tau dan mengenal adanya batik asli dari ibukota Jawa Tengah, yaitu Semarang.

Aku juga baru tau batik semarangan atau batik Semarang akhir-akhir ini. Bermula saat aku diminta adik untuk menemani mencari batik dengan corak asli Semarang atau bisa disebut dengan batik Semarangan. Karena nantinya setiap hari Rabu diminta memakai batik tersebut. Entah karena alasan apa. Mungkin cuma terobosan baru dari kepsek adikku. Tapi ada positifnya sih, dengan program itu jadi bisa memajukan pengrajin batik Semarang.

Ciri khas dari batik Semarangan ini adalah motifnya, yaitu Gedung Lawangsewu, Tugumuda, burung srondol, dan beberapa motif yang jadi ciri Semarang.

Nah, ini adalah foto beberapa koleksi batik adikku, dan yang batik Semarang cuma satu – yang paling kanan (yang paling terang) dengan motif Tugumuda dan burung srondol. Jadi, jangan lupa beli oleh-oleh batik Semarang yaa kalo mampir ke kotaku :)”

2. Pecel Nganjuk dari Endra Widoyoko

“Sapa yang tidak kenal nasi pecel? Ini adalah salah satu oleh-oleh khas dari kota angin Nganjuk. Meskipun pecel juga banyak di daerah Madiun dan Kediri, tapi ini yang paling top di Nganjuk. Cocok untuk oleh-oleh. – Jatitengah, Rejoso-Nganjuk.”

Menurut Endra, harga seporsi pecel Nganjuk ini hanya 3 ribu rupiah saja! Harga yang sangat murah untuk makanan sekomplit dan seenak ini yang sudah tidak bisa didapat di kota besar. Tempe mendoannya sungguh menggoda, ya?

3. Jembatan Ampera dari Tjak Kris

“Jembatan ini maskot kota yang terkenal dengan wisata kulinernya yang membentang dari ilir ke ulu (sebutan orang Palembang untuk daerah sebelum dan sesudah Sungai Musi.) Jembatan yang luarbiasa buatan arsitek yang top. Dahulu, bagian tengah jembatan ini bisa diangkat agar kapal-kapal besar bisa melintas dan singgah di pelabuhan. Namun, karena usia, sekarang tidak dapat digunakan lagi. Bagian mesinnya terletak pada tiang bagian atas. Jembatan Ampera adalah salah satu ikon kota Palembang sekaligus oleh-oleh dari saya.”

4. Wingko Babat dari Historida Bayu

“Ya, ini yang namanya wingko babat. wingko adalah kue yang terbuat dari bahan dasar kelapa. Sebenarnya wingko babat itu di ambil dari nama kota yaitu Babat, jadi wingko itu sendiri nama kuenya dan babat itu adalah sebuah kota kecil yang ada di Semarang. Maka dari itu Wingko Babat terkenal dari Semarang. Wingko babat sangat cocok di santap pas masih hangat dan ditemani dengan teh manis hangat. Pasangan itu rasanya joss gandos, apalagi diwaktu hujan, haha. Cocok! Ayo, kunjungi Semarang dan belilah makanan tradisional khas Babat ini.”

Wingko babat juga tersedia dalam berbagai bentuk dan varian rasa.

5. Jalan Cihampelas dari Annisa Wulandari

“Salah satu ruas jalan yang paling terkenal dari Bandung adalah Jalan Cihampelas ini. Berjubel toko pakaian terutama yang berbahan jeans. Sekarang sudah super padat, macet, semrawut di jam-jam sibuk. Tapi masih saja jadi daerah yang populer dan favorit untuk wisatawan.

Segala macam ada disini. Baju, makanan, tas, suvenir, sebut saja. Mulai dari kaki lima sampai toko besar. Ada peuyeum, es durian, lumpia basah, keripik oncom, kaos dengan tulisan “Bandung”, dan banyak lagi.

Yang menarik juga adalah desain bangunan tokonya. Semua punya ciri khas mulai dari superhero, king kong, sampai perahu. Jalanannya juga masih teduh oleh pohon-pohon besar. Jadi, semacet-macetnya Cihampelas, belum lengkap berkunjung ke Bandung kalau belum kesini :)”

 

Nikmati lebih banyak foto dan cerita di halaman Facebook KFBI

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada September 22, 2013 in Dari KFBI Untuk Semua, member kfbi

 

Tag: , , , , ,

Endang Kusnadi & Konsistensi Memotret

pak endang

Ketika seseorang sudah matang di dunia fotografi, ia akan lebih sederhana tentang apa yang dipotretnya. Ia sudah menemukan ciri khasnya sendiri dan mantap akan pilihannya. Pak Endang Kusnadi, salah seorang anggota senior di KFBI, mengajarkan satu hal penting tentang ini, tentang konsistensi saat memotret, tentang mengunjungi ulang tempat-tempat pemotretan tanpa jadi membosankan tapi justru selalu belajar hal baru setiap kalinya. Bagi mereka yang mengikuti perjalanan fotografi beliau pasti sudah sangat hafal dengan pemandangan Waduk Pluit dan Danau Green Cove Bumi Serpong Damai, karena dua tempat ini adalah salah dua lokasi favorit beliau. Foto-foto bulan, sunset dan sunrise juga jadi objek-objek primadona di foto-foto beliau.

KFBI beruntung bisa meminta sedikit waktu Pak Endang untuk ngobrol tentang fotografi.

landscape e 1

Fotografi itu apa menurut bapak?

Hm… pertanyaan mudah… tapi jawabnya susah.. 😀
Definisi subyektif saya tentang fotografi adalah ‘freeze the moment’; ‘catch the event’ dokumentasikan dengan segala emosi didalamnya (kalau ada/bisa)

Sejak kapan mulai memotret? Kamera apa yang pertama kali dipakai?

Awal tahun 80-an. Kameranya dibelikan orang tua sebagai hadiah ulang tahun sekaligus masuk SMA , merk nya Olympus. Tipenya lupa. Kamera entry-level lah. Tapi pada waktu itu tidak sesemangat seperti memotret sekarang saya kira, karena dulu kita berhenti di ‘jepret’ lalu selesai. Post processing diserahkan ke foto studio untuk dicetak. Sekarang sungguh asyik, seluruhnya kita yang kerjakan sendiri. Memotret, proses di photoshop, share di internet.

Apa yang menarik dari fotografi?

Banyak sekali yang menarik. Mulai dari awalnya/persiapannya, lalu prosesnya, hingga hasilnya.

Ketika sudah diputuskan kita mau motret apa, dimana, waktunya kapan dst.
Bahkan untuk datang kembali ke tempat yang sama pada kesempatan yang berikutnya, diusahakan untuk tidak mengulangi rute jalan yang sama. Keuntungannya jelas; syukur-syukur dapat objek baru dlm perjalanan (menuju dan pulangnya) dgn rute baru.

Di tempat tujuan, lokasi boleh sama, tapi moment selalu berbeda. Selalu ada yang baru atau beda untuk ‘diabadikan’.

Nah, dari mulai jalan sampai pulangnya itu kan asyik. Menikmati alam dan lingkungan, situasi nya, keramaiannya, ketemu dan interaksi dengan orang-orang. Banyak hal dapat dipelajari dan syukur kalau bisa bermanfaat bagi orang lain.

Buat saya, fotografi – seperti hobby saya yang lain ; bernyanyi/bermusik dengan kawan2 dekat – bisa melatih kepekaan ‘rasa’ dan belajar mengasah ‘harmoni’. Dan bonus paling berharganya – melalui kegiatan fotografi – jadi melatih dan membiasakan saya agar selalu mensyukuri nikmat Allah. Alhamdulillah…

Apa objek favorit pak Endang dan kenapa?

Tidak ada yang spesifik. Semua hal tentang alam dan peristiwa saya coba explore. Terlalu luas untuk dijabarkan.

Apa yang membuat sebuah foto jadi bagus menurut bapak?

Hmm… apa ya? Mungkin ‘Point Of Interest’ nya? Kalau kita bisa temukan sesuatu yang “WOW” dalam foto itu. Saya tidak yakin, karena ini soal ‘rasa’ (mengutip Arbain Rambey). Apabila kita bisa melakukannya, seluruh teori fotografi tentang Rule of Third, dead centre, komposisi… tidak akan dibahas lagi.

landscape e 3

Mana yang lebih berperan: bakat atau teknik?

Pada mulanya adalah teknik; penguasaan tentang batas kemampuan peralatannya, bagaimana cara eksekusinya, dan seterusnya, kemudian baru bicara bakat.
Tapi tunggu..
Bakat yang besar akan menentukan tentang mudah/sukarnya mencapai sesuatu.

Nah ini hal yang akan jadi debat saya kira, seperti telur atau ayam, mana yang muncul duluan.

Bagaimana menguasai fotografi di cahaya rendah seperti yang pak Endang sering lakukan

Fotografi di cahaya rendah itu pasti rentan goyang, karena dia cenderung menggunakan speed yang sangat rendah. Jadi tips-nya:

  • saya usahakan menggunakan bantuan tripod,
  • dengan AV yang saya inginkan – saya pakai ‘live view’ untuk mempermudah eksekusi,
  • kalau lewat viewfinder, saya usahakan metering agar tetap di tengah,
  • jangan lupa pake timer kalau belum punya remote switch supaya kamera stabil.

Lensa apa yang jadi favorit bapak?

Sekarang saya sedang senang meng-explore lensa Canon-EF-S-55-250mm, lensa yang best value for money buat saya. Buat motret sunset/sunrise lumayan memuaskan, candid ok, serangga ok.

Ada pesan untuk para fotografer pemula?

Nasi goreng saja deh sama es jeruk 😀
Saya juga pemula, masih harus banyak belajar. Saya pegang DSLR efektif baru 4 bulan (sejak Mei 2013). Sebelumnya pakai Kamera handphone saja. Mungkin yang penting adalah; semangat belajar yang tinggi, kerjakan dengan sepenuh hati, jangan malu bertanya, dan jangan pelit ‘berbagi’.

landscape e 2

Nikmati lebih banyak keindahan alam dari lensa Pak Endang, disini.

 
3 Komentar

Ditulis oleh pada September 20, 2013 in member kfbi

 

Tag: , , , ,

Taut

Seorang food photographer terkenal masuk ke sebuah restoran. Chef kepala sendiri yang menyambutnya. Ia menjabat tangan sang fotografer, mempersilakannya duduk, lalu berkata, “Saya penggemar berat foto-foto Anda. Luar biasa artistik dan menggugah selera. Boleh saya tahu kamera apa yang Anda pakai?”

Sang fotografer hanya tersenyum.

Chef kepala tertawa, “Oke. Sepertinya itu rahasia perusahaan.”

Malam berlalu, makanan terbaik buatan chef kepala telah dihidangkan dan disantap habis oleh sang fotografer. Sebelum pulang, ia menjabat tangan sang koki. “Masakan Anda luar biasa nikmat. Top class.”

Sang koki bangga sekali. Pipinya merona.

Tapi lalu fotografer ini melanjutkan, “Boleh saya tahu kompor merk apa yang Anda pakai?”

Wajah sang koki berubah geram, “Bukan kompor yang saya pakai yang menentukan rasa masakan. Tapi keahlian saya meraciknya.”

Fotografer tadi tersenyum. “Demikian juga dengan fotografi. Selamat malam dan terimakasih untuk hidangannya.”

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada September 14, 2013 in blog

 

Tag: , , ,

Kutipan

Seandainya ada lebih banyak orang yang merasa bahwa fotografi adalah sebuah petualangan, sama seperti hidup, dan juga sadar bahwa perasaan pribadi mereka memang berharga untuk diungkapkan, maka – bagi saya – itulah yang membuat fotografi menjadi sesuatu yang lebih menarik. – Henry Callahan

Henry Callahan adalah salah satu fotografer dari abad ke-20 yang sangat berpengaruh. Tidak seperti fotografer mainstream umumnya, Callahan hanya mempublikasikan sekitar setengah lusin foto saja setiap tahun tanpa meninggalkan catatan, jurnal, atau buku harian.

Callahan punya gaya memotret yang sangat personal. Ia hampir selalu memasukkan unsur kehidupan pribadinya ke dalam foto-foto yang ia buat, yaitu istri dan anaknya. Apakah itu cityscape, landscape, ataupun abstrak. Ia tidak bergerak bersama pendapat dan selera umum, tapi bersama nalurinya sendiri. Maka ia adalah panutan bagi para fotografer modern yang cenderung idealis.

Saya pribadi setuju bahwa memotret adalah perjalanan, proses yang harus dinikmati untuk akhirnya menghasilkan foto yang dalam. Tanpa itu, fotografi hanyalah hobi yang kosong. Bagaimana menurut kamu?

Fotografi Adalah Perjalanan

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada September 6, 2013 in artikel fotografi

 

Tag: , ,