RSS

Rasa-Rasa Langit

I remembered black skies,
the lighting all around me.
I remembered each flash,
as time began to blur.
Like a startling sign
that fate had finally found me,
and your voice was all I heard,
that I’d get what I deserve.

– New Divide, Linkin Park

Sudah pernah dengar lagu diatas? Kalau belum, dengar disini.
Bana memilih lirik ini untuk salah satu challenge harian di Whatsapp dengan tema Musik & Foto selama bulan Oktober.

Langit memang selalu menawan dan jadi objek favorit hampir semua pencinta fotografi. Warna-warna dan karakternya bisa mempengaruhi suasana hati. Cerah, mendung, dingin, hangat, ringan, dan sebagainya.

image

Kolom kiri (atas-bawah): Eka, Bony. Kolom kanan (atas-bawah): Soesan, Roi, Krista

image

Baris atas (ki-ka): MuMu, Daru. Baris bawah (ki-ka): Rika, Reni, Pipit.

Semua foto diambil menggunakan kamera ponsel dan adalah langit dari berbagai penjuru negeri. Kalau kamu ingin tahu bagaimana efek wide dan warnanya dibuat, tunggu post berikutnya, ya.

Yuk, coba dokumentasikan langit selama beberapa minggu dan lihat betapa indahnya kolasemu nanti πŸ˜‰

Iklan
 
4 Komentar

Ditulis oleh pada Oktober 17, 2013 in fotografi ponsel

 

Tag: , ,

Makan Apa?

Selain di Facebook, anggota KFBI juga berkumpul di ruang Whatsapp untuk berbagi foto dan cerita (bagi yang ingin bergabung, bisa menghubungi neng Pipit untuk di-invite.) Hampir setiap hari ada photography challenge dengan tema yang berbeda. Bulan lalu temanya adalah alfabet, dimana setiap huruf mewakili satu topik. Salah satunya adalah M untuk Makan Siang yang dipilih M. Adzroi.

Berikut foto-foto pada hari itu:

image

image

Ada makanan berat, ada selingan, ada juga yang segar-segar. Hmmm! Dan semuanya asli makanan Indonesia πŸ˜‰
Apa yang membuat food photography berhasil? Kemampuannya untuk membangkitkan selera. Menyenangkan untuk tahu bahwa para anggota KFBI punya selera makan yang baik πŸ˜€

Kamu suka makan apa?

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada Oktober 16, 2013 in fotografi ponsel

 

Tag: , , ,

Suara

Oleh-Oleh, bagian 2

image

Setelah dua minggu lalu kita menikmati beberapa tempat dan kuliner khas oleh-oleh dari teman-teman KFBI, sekarang kita akan jalan-jalan lagi sekaligus menutup Challenge 15 untuk bulan September.

Firman menyuguhkan foto pempek langsung dari Palembang. Cukup gambarnya saja sudah menerbitkan air liur, ya. Ditambah dengan semangkuk kecil cuka-nya. Hmm!

Di sebelahnya ada foto bebek Sinjay khas Madura dari Maura. Katanya, sebelum bisa menikmati bebek goreng bertabur serundeng ini, kita harus mengantri cukup lama. Wih. Penasaran enaknya, kan?

Shanti mengajak kita melihat sisi lain dari Braga, Bandung melalui Sarinah yang dulunya adalah swalayan. Di seberangnya ada Cafe Zombie. Wow, berani coba?

Jakarta identik dengan Monas, dan inilah yang diangkat Eka dalam kolase-nya yang cantik. Mengajak kita melihat Jakarta dari ketinggian. Sekaligus mengagumi kemegahan Monas dari kaki tugunya.

Fiyan mengajak kita menikmati keindahan Pantai Bentar, Probolinggo yang ternyata adalah kekayaan lain daerah ini selain Bromo yang sudah sangat terkenal. Keunikan lainnya, kamu bisa menemukan hiu tutul di pantai yang terletak di Selat Madura ini. Tiket masuknya hanya Rp.3.000,-

Ichal mendapat keistimewaan untuk blusukan ke dapur Bakpia Pathok 25 yang sudah terkenal sebagai oleh-oleh khas dari Jogja. Pengunjung boleh mencicipi bakpia yang baru matang, lho. Hmmm!

Jakarta yang biasa diwarnai banjir saat musim hujan sekarang punya Banjir Kanal Timur yang jadi oleh-oleh unik dari Bony yang mengangkat jalur sepeda di sebelah BKT ini.

Rizal mengabadikan kecantikan Istana Bogor yang megah dan tenang. Taman yang juga menjadi penangkaran rusa di sekeliling istana ini terbuka untuk umum dengan tiket masuk Rp.15. 000,- untuk pejalan kaki dan Rp.30.000,- untuk pengendara mobil.

Dari Sis Wanto di Semarang ada Gereja Blenduk. Arsitektur klasik yang juga salah satu landmark ibu kota Jawa Tengah ini sudah sangat terkenal di kalangan fotografer dan mereka yang menyukai pemotretan prewedding.

Rumah Makan Ciganea di Purwakarta punya menu istimewa.”, kata Pipit. Yaitu ayam basah yang adalah ayam bumbu ungkep. Tapi yang menarik perhatian Pipit ternyata tempat cuci tangannya yang berbentuk gentong tanah liat dan ciduk dari batok kelapa. Unik, ya. Mengingatkan pada perangkat siraman untuk calon pengantin.

Demikian sepaket oleh-oleh dari berbagai penjuru tanah air. Terimakasih untuk yang sudah berpartisipasi. Sampai ketemu di Challenge 16 πŸ™‚

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada Oktober 2, 2013 in blog

 

Tag: , , , , , ,

Taut

image

Di usianya yang masih terbilang muda, 23 tahun, Erwin sudah mantap menjadikan fotografi sebagai bagian dari kehidupannya. Menjalani dua profesi; sebagai karyawan swasta di hari kerja dan fotografer di akhir pekan, tentu membutuhkan komitmen tinggi. Tanpa mengesampingkan peran utamanya sebagai suami, calon ayah, dan kepala rumah tangga.

Foto-fotonya menawan dengan editing halus, memberi kesan siap dan lengkap. Seperti sepiring hidangan nikmat yang dihiasi garnish, menarik dan membuat orang ingin ada dalam frame hasil karyanya. Ini yang kemudian menjadi kunci profesionalismenya.

image

Fotografi itu apa menurut Erwin, dan kenapa tertarik mendalaminya?

Fotografi itu menurut saya adalah bahasa peristiwa yang sifatnya universal. Dilukiskan secara visual kedalam sebuah gambar/foto.Fotografi itu mewakili pandangan mata manusia. Tidak terbatas oleh baik atau buruk, benar ataupun salah. Fotografi itu media penyampaian informasi yang bernilai seni.
Saya tertarik mendalami fotografi
karena kecintaan saya terhadap seni visual. Saya ingin mencoba merealisasikan seni visual yang
nyata dan indah melalui selembar foto yang bisa mewakili cerita didalamnya.

Apa sih yang dibutuhkan seseorang untuk bisa menghasilkan foto yang bagus?

Menurut saya, secara sederhana, foto yang bagus adalah yang tidak gampang dilupakan. Orang yang melihat foto tersebut setidaknya butuh waktu lebih dari 10 detik untuk memperhatikan makna dan keindahan dibalik foto itu dan berencana akan melihatnya lagi dilain waktu. Karena itu, untuk memancing orang melihat foto kita dengan waktu yang tidak sekedar lewat tersebut, dibutuhkan kreatifitas. Buat foto kita berbeda, bercerita, dan memenuhi komposisi yang baik dan menarik untuk ditampilkan. Dan jangan pernah gengsi untuk mengedit hasil foto kita karena foto yang β€œbiasa” itu akan sangat mudah dilupakan. Buat foto yang biasa menjadi luar biasa dengan
belajar mengolah warna dan efek-efel tertentu dengan software pengolah foto digital. Saya selalu
menerapkan teori tentang manajemen konstruksi bangunan dalam mengolah foto. Struktur
bangunan yang baik dan pondasi yang kokoh tidak akan ada artinya tanpa proses finishing yang baik.

Genre apa yang dominan dalam foto-foto Erwin? Kenapa suka genre itu?

Saya adalah pecinta fotografi lintas genre. Saya suka semua genre dan tidak pernah mengkotak-kotakkan genre tertentu yang saya jadikan sebagai jati diri saya. Tapi, jika dilihat dari rasa nyaman, saya suka memotret manusia. Bisa berupa potret pasangan dengan kelucuan, keakraban, dan keromantisannya. Foto anak-anak dengan wajahnya
yang lucu dan polos. Model dan fashion. Potret budaya dan kekhasan wajah Indonesia. Atau hanya sekedar candid di keramaian. Banyak ekspresi tubuh dan wajah yang kadang menarik untuk di abadikan.

image

Apa ciri khas foto-foto Erwin?

Terus terang saya sendiri masih mencari ke khas-an dari karya-karya saya. Saya belum menemukan ciri yang bisa membedakan foto saya dengan
karya-karya foto yang lain. Sejauh ini saya masih mencoba mengembangkan hasil-hasil foto saya dengan karakter yang berbeda-beda. Dari beberapa
hasilnya, saya sangat suka foto dengan konsep warna (tonal) yang tidak biasa / tidak sesuai kedaan sebenarnya. Mungkin itu bisa menjadi salah satu ciri khas saya.

Bagaimana Erwin mulai jadi fotografer profesional? Adakah kendalanya saat itu?

Semua dimulai dari hobi dan kecintaan saya pada dunia fotografi dan seni olah digital.
Persisnya dulu, waktu masih di SMA, saya menjadi fotografer bulletin dengan hanya bermodalkan kamera poket. Saya dulu belum faham seperti apa fotografi, DSLR, dan sebagainya. Karena itu saya mulai bermimpi suatu saat bisa memiliki peralatan fotografi sendiri dengan kerja keras saya. Sampai akhirnya saya kuliah, mencoba sedikit demi sedikit kembali mengejar obsesi saya dulu. Mulai belajar memahami fungsi DSLR dengan
modal pinjam teman, sampai akhirnya bekerja, punya penghasilan sendiri dan bisa membeli peralatan fotografi.

Apa saja yang dibutuhkan seorang fotografer untuk mulai berbisnis dengan kemampuan
memotretnya?

Ketahui teknik-teknik dasar dalam fotografi. Pahami dan evaluasi setiap hasil foto kita dengan rutin. mintalah pendapat orang lain tentang foto yang kita perlihatkan tersebut. Kalau orang sudah mulai bisa menerima foto-foto kita, mulailah kearah yang lebih serius. Menabung untuk melengkapi peralatan fotografi yang paling dasar, seperti flash dan lensa. Buat orang percaya pada kemampuan kita. Buatlah portofolio karya-karya kita. Coba cari teman atau saudara untuk dijadikan model foto-foto yang akan kita pamerkan. Setelah mendapatkan konsumen, bangunlah komunikasi yang baik. Berikan bonus gratis yang mereka tidak dapatkan dari fotografer lain. Misalnya, dengan memberikan foto editing yg lebih banyak, video slide show foto-foto mereka, dan tambahan waktu pemotretan jika mereka merasa kurang puas. Dengarkan pendapat mereka, dan buat mereka yakin bahwa foto yang kita hasilkan adalah yang terbaik.

Bagaimana Erwin mengasah kemampuan fotografi?

Saya adalah karyawan swasta yang tidak punya banyak waktu untuk rutin memotret. Saya hanya memiliki waktu luang di hari Minggu. Biasanya, jika tidak ada
aktivitas lain, saya berkunjung ke komunitas-komunitas fotografi disekitar kota tempat tinggal saya. Disana biasanya saya banyak mendapatkan ilmu tentang
fotografi. Dan di hari biasa, saya biasanya membaca artikel-artikel di internet untuk lebih memahami teknik fotografi. Melihat karya-karya fotografer profesional, dan membaca tips dan trick untuk menghasilkan foto yang baik.

Mana yang lebih menentukan kualitas sebuah foto: peralatannya atau fotografernya?

Fotografernya. Kreatifitas seorang fotografer lebih mahal dan bernilai dibandingkan harga lensa dan kamera dengan kualitas terbaik. Fotografer sejati tidak menjadikan peralatan sebagai kendala untuk melahirkan karya-karya yang kreatif dan berkualitas.

Ada tips untuk mereka yang ingin mulai terjun ke dunia fotografi profesional?

Pahami teknik-teknik fotografi. Jangan terlalu bergantung pada kelengkapan peralatan karena itu bisa menjadi hambatan untuk memulai. Perbanyak membaca dan mempraktekkan ilmu yang telah didapat. Jalin komunikasi yang baik dengan teman sekolah, kuliah, kantor, ataupun komunitas. Biasanya mereka lah “pengiklan” gratis yang akan mempromosikan karya-karya Anda.

Tertarik untuk difoto oleh Erwin? πŸ™‚ Kamu bisa temui melalui profil Facebooknya: https://www.facebook.com/erwin.suhendra477

 
1 Komentar

Ditulis oleh pada September 27, 2013 in member kfbi

 

Tag: , , ,

Taut

image

Horeee!
KFBI ada di liputan6.com lho. Sebagai partisipan menulis artikel tentang komunitas, KFBI muncul juga sebagai bagian dari Citizen 6. Senang, ya. Semoga dengan tersiarnya profil komunitas kita dalam skala yang lebih luas, kekompakan kita juga makin terpupuk.

Baca artikelnya disini ya πŸ™‚

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada September 25, 2013 in blog, jurnal

 

Tag: , , ,

Gambar

Oleh-Oleh – bagian 1

Selama bulan September 2013 ini, KFBI mengadakan challenge fotografi tentang oleh-oleh atau ciri khas dari masing-masing kota para anggota KFBI. Akhir minggu ini, kita akan lihat beberapa foto oleh-oleh dari mereka yang mungkin kamu belum pernah lihat atau dengar dan semoga bisa menjadi tambahan pengetahuan πŸ™‚

oleholeh

Searah jarum jam, dari kiri atas:

1. Batik Semarang dari Annisa Cahyaningtyas

“Lunpia, bakpia pathok, dan bandeng presto mungkin terdengar tidak asing di telinga para pendatang atau wisatawan yg berkunjung ke Semarang saat ingin membeli oleh-oleh. Tapi, yang satu ini ga kalah dari sederetan makanan tadi buat buah tangan dari kota Semarang tercinta, yaitu Batik Semarangan.

Mungkin biasanya orang tau batik yang dari Jawa Tengah itu batik Pekalongan, batik Solo, dan lainnya tapi belum tau dan mengenal adanya batik asli dari ibukota Jawa Tengah, yaitu Semarang.

Aku juga baru tau batik semarangan atau batik Semarang akhir-akhir ini. Bermula saat aku diminta adik untuk menemani mencari batik dengan corak asli Semarang atau bisa disebut dengan batik Semarangan. Karena nantinya setiap hari Rabu diminta memakai batik tersebut. Entah karena alasan apa. Mungkin cuma terobosan baru dari kepsek adikku. Tapi ada positifnya sih, dengan program itu jadi bisa memajukan pengrajin batik Semarang.

Ciri khas dari batik Semarangan ini adalah motifnya, yaitu Gedung Lawangsewu, Tugumuda, burung srondol, dan beberapa motif yang jadi ciri Semarang.

Nah, ini adalah foto beberapa koleksi batik adikku, dan yang batik Semarang cuma satu – yang paling kanan (yang paling terang) dengan motif Tugumuda dan burung srondol. Jadi, jangan lupa beli oleh-oleh batik Semarang yaa kalo mampir ke kotaku :)”

2. Pecel Nganjuk dari Endra Widoyoko

“Sapa yang tidak kenal nasi pecel? Ini adalah salah satu oleh-oleh khas dari kota angin Nganjuk. Meskipun pecel juga banyak di daerah Madiun dan Kediri, tapi ini yang paling top di Nganjuk. Cocok untuk oleh-oleh. – Jatitengah, Rejoso-Nganjuk.”

Menurut Endra, harga seporsi pecel Nganjuk ini hanya 3 ribu rupiah saja! Harga yang sangat murah untuk makanan sekomplit dan seenak ini yang sudah tidak bisa didapat di kota besar. Tempe mendoannya sungguh menggoda, ya?

3. Jembatan Ampera dari Tjak Kris

“Jembatan ini maskot kota yang terkenal dengan wisata kulinernya yang membentang dari ilir ke ulu (sebutan orang Palembang untuk daerah sebelum dan sesudah Sungai Musi.) Jembatan yang luarbiasa buatan arsitek yang top. Dahulu, bagian tengah jembatan ini bisa diangkat agar kapal-kapal besar bisa melintas dan singgah di pelabuhan. Namun, karena usia, sekarang tidak dapat digunakan lagi. Bagian mesinnya terletak pada tiang bagian atas. Jembatan Ampera adalah salah satu ikon kota Palembang sekaligus oleh-oleh dari saya.”

4. Wingko Babat dari Historida Bayu

“Ya, ini yang namanya wingko babat. wingko adalah kue yang terbuat dari bahan dasar kelapa. Sebenarnya wingko babat itu di ambil dari nama kota yaitu Babat, jadi wingko itu sendiri nama kuenya dan babat itu adalah sebuah kota kecil yang ada di Semarang. Maka dari itu Wingko Babat terkenal dari Semarang. Wingko babat sangat cocok di santap pas masih hangat dan ditemani dengan teh manis hangat. Pasangan itu rasanya joss gandos, apalagi diwaktu hujan, haha. Cocok! Ayo, kunjungi Semarang dan belilah makanan tradisional khas Babat ini.”

Wingko babat juga tersedia dalam berbagai bentuk dan varian rasa.

5. Jalan Cihampelas dari Annisa Wulandari

“Salah satu ruas jalan yang paling terkenal dari Bandung adalah Jalan Cihampelas ini. Berjubel toko pakaian terutama yang berbahan jeans. Sekarang sudah super padat, macet, semrawut di jam-jam sibuk. Tapi masih saja jadi daerah yang populer dan favorit untuk wisatawan.

Segala macam ada disini. Baju, makanan, tas, suvenir, sebut saja. Mulai dari kaki lima sampai toko besar. Ada peuyeum, es durian, lumpia basah, keripik oncom, kaos dengan tulisan “Bandung”, dan banyak lagi.

Yang menarik juga adalah desain bangunan tokonya. Semua punya ciri khas mulai dari superhero, king kong, sampai perahu. Jalanannya juga masih teduh oleh pohon-pohon besar. Jadi, semacet-macetnya Cihampelas, belum lengkap berkunjung ke Bandung kalau belum kesini :)”

 

Nikmati lebih banyak foto dan cerita di halaman Facebook KFBI

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada September 22, 2013 in Dari KFBI Untuk Semua, member kfbi

 

Tag: , , , , ,

Gambar

Ada Apa Jam 1 Siang?

1pm

Ada banyak hal yang bisa terjadi pada jam 1 siang. Banyak hal juga yang bisa dikerjakan. Beberapa member KFBI sempat mengumpulkan foto tentang apa yang mereka lihat pada jam 1 siang. Pipit pergi menyetorkan uang ke bank sementara Bana dan Bony memastikan check log mereka berfungsi. Mumu pergi membeli es kelapa muda untuk teman makan siang ketika Reni baru pulang dinas dan akan istirahat siang. Daru baru selesai menunaikan shalat Duhur, Rika menebarkan cinta lewat selembar kartu ucapan, Eka memperhatikan seekor ikan di kolamnya menikmati air sejuk, saat Susan dan Fiyan masih bekerja di kantor masing-masing. Doni juga masih di depan komputernya sementara Ozi mengawasi para mahasiswa baru di kampusnya, dan Annisa tahu pasti jemurannya sudah kering saat itu πŸ™‚

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada September 22, 2013 in fotografi ponsel

 

Tag: ,