RSS

Arsip Kategori: Dari KFBI Untuk Semua

Wanita dalam Fotografi Indonesia

Mungkin, kita mengenal beberapa sosok fotografer terkenal di indonesia ini, mayoritasnya adalah pria. ada Darwis Triadi, ada Arbain Rambey ada juga Jerry Aurum yang sering kita lihat di acara fotografi di salah satu stasiun tv kita.
seiring dengan berkembangnya zaman, fotografi tidak hanya diminati oleh kaum laki-laki saja, tapi juga oleh kaum Perempuan.kaum perempuan yang biasanya menjadi objek foto, kini mereka juga bisa berperan sebagai fotografernya.
beberapa waktu lalu, saya pernah baca di majalah, bahwa canon menciptakan kamera yang khusus diperuntukan bagi kaum perempuan, dengan ini perempuan yang ingin mendalami hobbi memotret apalagi hobbinya ini bisa menjadi pekerjaan untuknya, sudah sangat didukung.
di indonesia sudah bermunculan fotografer-fotografer perempuan dengan berbagai karakter yang kuat dalam setiap fotonya. dan inilah beberapa fotografer perempuan di Indonesia Versi admin KFBI:

 

1. Nicoline Patricia Malina

nicoline1_52145300

walaupun kuliah di Luar negeri, Nicoline adalah orang indonesia asli. dia banyak melakukan memotret untuk majalah-majalah terkenal seperti Marie Claire, Cosmopolitant,Maxim dan pemotretan untuk beberapa project Iklan di indonesia. genre fotonya adalah Fashion Photografy. kebanyakan dia memotret Potrait seorang wanita yang berciri khas Glamours.

 

2. Diera Bachir

hw36hNZ5

Bagi kalian pengguna Instagram, dan memfollow IG artis seperti Pevita Pierce, Sandra Dewi, Dian Sastro dll, pasti menemukan satu dua foto mereka yang sangat elegan, girly, cantik.. ya.. itu adalah hasil jepretan Diera Bachir.beberapa genre foto yang diera pilih diantaranya: International Prewedding, wedding, Pregnancy Photografy dan Potrait yang girly

 

3. Vivi Alfianto

tumblr_m56j8kIdDa1rncv56

Vivi dikenal di kalangan Hijaber karena karya-karya foto dan Blognya yang bertajuk Hijab Scarf sejak 2010. vivi adalah seorang fotografer dan web desainer. dia juga Pemilik Brand Casa Elana berupa butique hijab khusus untuk perempuan. genre foto yang vivi pilih tidak berbeda dengan 2 fotografer sebelumnya. Fashion Photografy menjadi genre yang banyak ditemui dalam foto hasil karyanya.

 

jadi, saat ini perempuan juga bisa menjadi fotografer, baik itu hanya yang sekedar hobbi, ataupun memang serius menekuninya untuk menjadi profesi. Perempuan KFBI, genre foto mana yang kalian sukai? selamat mencoba 😀

 

Iklan
 

Tag: ,

Foto Harian : November

Pergantian bulan biasanya memberi sugesti “awal yang baru” untuk beberapa orang. Makin dekat pada sebuah rencana, makin jauh dari kenangan yang lalu. November juga identik dengan hujan, meskipun di beberapa tempat masih lumayan panas.

Bulan baru, tantangan fotografi baru. Di Whatsapp, KFBI punya jadwal memotret harian. Ini list yang kami pakai untuk bulan November:

image

Kamu juga bisa pakai daftar ini untuk latihan memotret harian. Kalau post di Instagram, twitter, atau profile facebook-mu, jangan lupa tambahkan #kfbi ya 🙂

Selamat memotret.

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada November 1, 2013 in Dari KFBI Untuk Semua, jurnal

 

Tag: , , , ,

Cerita Fotografi Ponsel (Seri 2 – Sandi Sutrisno)

image

Post ini ditulis oleh Sandi Sutrisno

Berawal dari edit foto unduhan internet, saya semakin mengagumi keindahan foto yang terlukis dari jepretan sebuah kamera. Sandi Sutrisno nama saya, anak rantau asal kampung kecil di Kabupaten Sukoharjo, Surakarta yang sekarang tinggal di Jakarta.

Mendambakan memiliki handphone berkamera adalah cita-cita sejak mengenal apa itu telepon genggam, hingga akhirnya pilihan jatuh pada Sony Ericsson wt19i. Si soner inilah yang membawa saya mengenal Fotonela dan bergabung dengan KFBI. Dari situ mulailah saya mengenal, belajar, dan memahami fotografi.

Soner dibekali kamera dengan spesifikasi 5 MP, 2592×1944 pixels, autofocus, LED flash, dan bersyukur tahun 2013 ini datang rival Soner, yaitu Samsung Galaxy GT-I8160 dengan spec yang sama. Dari kedua handphone ini saya belajar memotret. Tidak ada teknik khusus, yang terpenting adalah pencahayaan. Jika minim cahaya, bisa menggunakan bantuan penerangan bantuan seperti senter atau yang lainnya, dan mainkan imajinasi. Untuk settingan kamera, saya gunakan mode otomatis dan selalu atur kualitas gambar pada pilihan terbaik (high).

image

Saya lebih suka memotret still life, dimanapun itu. Bisa di rumah, di jalan, di tempat kerja.. Dari sini, ide bermunculan. Memang kadang terlihat aneh saat saya memotret, tapi cuek sajalah. Itu bisa jadi tantangan tersendiri. Mengutip kata-kata pak Alex Webb:

Memotretlah karena kamu mencintainya, dan karena bagimu hadiah terbesarnya adalah proses memotret itu sendiri.

Sering dibilang temen aneh, toh akhirnya setelah mereka tau alasannya malah jadi sering diminta buat motret gaya narsis mereka 😀 Positifnya; bisa coba berbagai merk hape dan kamera. Hehehe…Yang utama, jeli dalam memandang. Kita takkan pernah tahu uniknya benda sekitar kita jika tidak mengubah sudut pandang.Saya mencoba memainkan imajinasi, mencoba lebih dekat, seolah-olah jadi fotografer handal 😀 (ya boleh-boleh saja kan…) Sering melihat foto-foto dari internet, media sosial dan forum-forum online juga membuat pandangan saya lebih terbuka tentang fotografi.

image

Terakhir, untuk menciamikkan tampilan foto, saya lakukan editing sedikit dan lagi-lagi masih lewat handphone. Beberapa aplikasi yang biasa saya gunakan adalah Picsart,Picsay Pro, Aviary, Photo Editor, dan Pixlr Express. Sekedar untuk mempertajam dan memberi efek warna.

Begtulah sedikit cerita dan sharing dari saya Semoga bermanfaat 🙂
Disini saya belajar banyak dari sobat KFBI. Dari foto rekan-rekan semua. Menambah inspirasi buat saya.
Terima kasih dan salam jepret 😀

*Lihat lebih banyak foto-foto Susan yang out of the box di profile-nya atau di galeri flickr-nya.

 
2 Komentar

Ditulis oleh pada Oktober 30, 2013 in Dari KFBI Untuk Semua, fotografi ponsel, member kfbi

 

Tag: , ,

Cerita Fotografi Ponsel (Seri 1 – Eka Setiawati)

image

Post ini ditulis oleh Eka Setiawati

Hai. Saya Eka, Perawat yang punya hobi motret sejak SMP dan pengguna Ricoh analog waktu SMA. Masuk kuliah bukan jurusan photography, tapi sebagai anggota Sekretariat Mahasiswa selalu dapat bagian dokumentasi yang diterima dengan senang girang – bukan senang hati lagi, apalagi sudah gak perlu pakai kamera yang di-ekrek ekrek, lumayan lebih canggih, habis jepret balik sendiri, meski masih pake rol.

Setelah mulai kerja, 3 tahun hanya pakai kamera HP (Ricoh jaman dulu sudah hilang entah kemana.) HP masih jaman VGA waktu itu, sempat pakai N 73 yg katanya dilengkapi lensa Carl Seizz. Waktu pake HP ini jeprat jepret terus, sampai akhirnya ketemu HP saya yg sekarang: Samsul Ga’ FIT S 5670 alias Samsung Galaxy FIT dengan kamera bawaan 5 MP. Hobi foto makin menggila.

image

Sudah 2 tahun ini saya di temani si FIT buat mengabadikan banyak moment. Dari anak saya umur 2 tahun semua moment terekam.

Desember 2012 saya menemujan aplikasi editing foto di Android namanya PicsArt. Share foto awal seperti biasa, kebanyakan selfie, follow orang a-z jadi tau jenis-jenis foto yang bagus, tertarik sama Macro sejak ketemu Ririez Kelana lewat aplikasi itu, jadi lebih tau lagi bahwa bisa foto Macro pakai HP dengan lensa tambahan (saya pakai yang namanya Oshino.) Semua objek dicoba foto Macro pakai Oshino, ternyata nemu CLICKnya sama embun.

Awalnya mencoba Macro dengan Oshino pakai kamera bawaan HP yg 5MP, tapi ternyata kurang bagus jadinya. Coba aplikasi-aplikasi kamera yang lain, gak ada juga yang cocok. Akhirnya pakai kamera bawaan aplikasi dari PicsArt (resolusinya hanya sekitar 900×1200), ternyata aplikasi kamera inilah yang cocok untuk embun dan macro.

Kamera bawaan PicsArt ini sebenarnya punya settingan ISO dll, tapi saya gak pernah ganti, benar-benar mengandalkan default saat buka kamera itu. Yang namanya ngembun pastinya kudu damai sama tanah kotor… kalau sudah nemu asyiknya, saya sudi bermiring-miring ria demi mendapatkan refleksi yang saya inginkan, biar masuk di dalam embun. Awalnya “mengembun” di taman Rumah Sakit tempat saya kerja, yang pasti refleksinya ya gedung. Baru-baru ini saja belajar refleksi bunga.

image

O iya… setiap habis motret, saya pasti edit dulu biar enak di pandang. Dulu sih pakai PicsArt juga klo ngedit, hanya sebatas cropping, naikin saturasi, kontras, sharpness. Tapi sekarang saya lebih sering pakai aplikasi PicsayPro. Sama sih, hanya sebatas cropping, resize maksimal yg di sediakan PicsayPro, naikin exposure, boost default 50%, sharpness 100, smooth 50, kadang nambahin saturasi meski gak sering.

Demikian sedikit cerita dari saya, semoga bermanfaat 🙂

*nikmati lebih banyak foto-foto ponsel Eka yang indah di halaman grup KFBI dan profilnya

 
4 Komentar

Ditulis oleh pada Oktober 24, 2013 in Dari KFBI Untuk Semua, fotografi ponsel, member kfbi

 

Tag: , , , ,

Kembang Setaman

image


Baris 1 (ki-ka): annisa, pipit, doni, fiyan / Baris 2 (ki-ka): bana, krista, daru, ozi / Baris 3 (ki-ka): maura, reni, bony, eka / Baris 4 (ki-ka): mumu, susan, riris, rika

Bunga adalah salah satu objek fotografi yang tidak terbantahkan. Kecantikannya selalu minta diabadikan. Memiliki kamera berarti bisa “menyimpan” keindahan bunga tanpa memetik dan memindahkannya ke dalam vas, tapi ke dalam kenangan.

Lagu “Bunga Di Tepi Jalan” yang versi aslinya dinyanyikan Koes Plus lalu dipopulerkan kembali oleh Sheila on 7, dipilih Sandi Soetrisno (lebih dikenal dengan panggilan Susan) sebagai tema daily challenge di Whatsapp hari Sabtu lalu. Bunga-bunga dari berbagai jenis dan warna ini kemudian dirangkainya dalam satu kolase untuk hadiah pernikahan Nailah Fitria, salah satu anggota KFBI yang melangsungkan akad nikah pada hari Minggu berikutnya. Cantik 🙂

Sedikit tips memotret bunga:
Macro masih menjadi teknik unggulan untuk memotret keindahan bunga, karena secara fisik tidak terlalu besar dan detil keindahannya tersembunyi. Tentu tidak harus menggunakan SLR atau kamera compact. Bahkan foto-foto bunga diatas diambil menggunakan kamera hp.
Kedua, bunga adalah objek yang tidak membutuhkan banyak pendukung. Hanya dia dan dia saja yang penting. Jadi biarkan kelopaknya memenuhi frame, warnanya mencuri pandangan, dan perhatikan kebiasaannya. Ada bunga yang bisa berdiri sendiri seperti teratai dan lily, ada yang akan lebih menarik bila bergerombol seperti bunga rumput.

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada Oktober 23, 2013 in Dari KFBI Untuk Semua, fotografi ponsel

 

Tag: , , ,

Gambar

Oleh-Oleh – bagian 1

Selama bulan September 2013 ini, KFBI mengadakan challenge fotografi tentang oleh-oleh atau ciri khas dari masing-masing kota para anggota KFBI. Akhir minggu ini, kita akan lihat beberapa foto oleh-oleh dari mereka yang mungkin kamu belum pernah lihat atau dengar dan semoga bisa menjadi tambahan pengetahuan 🙂

oleholeh

Searah jarum jam, dari kiri atas:

1. Batik Semarang dari Annisa Cahyaningtyas

“Lunpia, bakpia pathok, dan bandeng presto mungkin terdengar tidak asing di telinga para pendatang atau wisatawan yg berkunjung ke Semarang saat ingin membeli oleh-oleh. Tapi, yang satu ini ga kalah dari sederetan makanan tadi buat buah tangan dari kota Semarang tercinta, yaitu Batik Semarangan.

Mungkin biasanya orang tau batik yang dari Jawa Tengah itu batik Pekalongan, batik Solo, dan lainnya tapi belum tau dan mengenal adanya batik asli dari ibukota Jawa Tengah, yaitu Semarang.

Aku juga baru tau batik semarangan atau batik Semarang akhir-akhir ini. Bermula saat aku diminta adik untuk menemani mencari batik dengan corak asli Semarang atau bisa disebut dengan batik Semarangan. Karena nantinya setiap hari Rabu diminta memakai batik tersebut. Entah karena alasan apa. Mungkin cuma terobosan baru dari kepsek adikku. Tapi ada positifnya sih, dengan program itu jadi bisa memajukan pengrajin batik Semarang.

Ciri khas dari batik Semarangan ini adalah motifnya, yaitu Gedung Lawangsewu, Tugumuda, burung srondol, dan beberapa motif yang jadi ciri Semarang.

Nah, ini adalah foto beberapa koleksi batik adikku, dan yang batik Semarang cuma satu – yang paling kanan (yang paling terang) dengan motif Tugumuda dan burung srondol. Jadi, jangan lupa beli oleh-oleh batik Semarang yaa kalo mampir ke kotaku :)”

2. Pecel Nganjuk dari Endra Widoyoko

“Sapa yang tidak kenal nasi pecel? Ini adalah salah satu oleh-oleh khas dari kota angin Nganjuk. Meskipun pecel juga banyak di daerah Madiun dan Kediri, tapi ini yang paling top di Nganjuk. Cocok untuk oleh-oleh. – Jatitengah, Rejoso-Nganjuk.”

Menurut Endra, harga seporsi pecel Nganjuk ini hanya 3 ribu rupiah saja! Harga yang sangat murah untuk makanan sekomplit dan seenak ini yang sudah tidak bisa didapat di kota besar. Tempe mendoannya sungguh menggoda, ya?

3. Jembatan Ampera dari Tjak Kris

“Jembatan ini maskot kota yang terkenal dengan wisata kulinernya yang membentang dari ilir ke ulu (sebutan orang Palembang untuk daerah sebelum dan sesudah Sungai Musi.) Jembatan yang luarbiasa buatan arsitek yang top. Dahulu, bagian tengah jembatan ini bisa diangkat agar kapal-kapal besar bisa melintas dan singgah di pelabuhan. Namun, karena usia, sekarang tidak dapat digunakan lagi. Bagian mesinnya terletak pada tiang bagian atas. Jembatan Ampera adalah salah satu ikon kota Palembang sekaligus oleh-oleh dari saya.”

4. Wingko Babat dari Historida Bayu

“Ya, ini yang namanya wingko babat. wingko adalah kue yang terbuat dari bahan dasar kelapa. Sebenarnya wingko babat itu di ambil dari nama kota yaitu Babat, jadi wingko itu sendiri nama kuenya dan babat itu adalah sebuah kota kecil yang ada di Semarang. Maka dari itu Wingko Babat terkenal dari Semarang. Wingko babat sangat cocok di santap pas masih hangat dan ditemani dengan teh manis hangat. Pasangan itu rasanya joss gandos, apalagi diwaktu hujan, haha. Cocok! Ayo, kunjungi Semarang dan belilah makanan tradisional khas Babat ini.”

Wingko babat juga tersedia dalam berbagai bentuk dan varian rasa.

5. Jalan Cihampelas dari Annisa Wulandari

“Salah satu ruas jalan yang paling terkenal dari Bandung adalah Jalan Cihampelas ini. Berjubel toko pakaian terutama yang berbahan jeans. Sekarang sudah super padat, macet, semrawut di jam-jam sibuk. Tapi masih saja jadi daerah yang populer dan favorit untuk wisatawan.

Segala macam ada disini. Baju, makanan, tas, suvenir, sebut saja. Mulai dari kaki lima sampai toko besar. Ada peuyeum, es durian, lumpia basah, keripik oncom, kaos dengan tulisan “Bandung”, dan banyak lagi.

Yang menarik juga adalah desain bangunan tokonya. Semua punya ciri khas mulai dari superhero, king kong, sampai perahu. Jalanannya juga masih teduh oleh pohon-pohon besar. Jadi, semacet-macetnya Cihampelas, belum lengkap berkunjung ke Bandung kalau belum kesini :)”

 

Nikmati lebih banyak foto dan cerita di halaman Facebook KFBI

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada September 22, 2013 in Dari KFBI Untuk Semua, member kfbi

 

Tag: , , , , ,