RSS

Cerita Fotografi Ponsel (Seri 2 – Sandi Sutrisno)

30 Okt

image

Post ini ditulis oleh Sandi Sutrisno

Berawal dari edit foto unduhan internet, saya semakin mengagumi keindahan foto yang terlukis dari jepretan sebuah kamera. Sandi Sutrisno nama saya, anak rantau asal kampung kecil di Kabupaten Sukoharjo, Surakarta yang sekarang tinggal di Jakarta.

Mendambakan memiliki handphone berkamera adalah cita-cita sejak mengenal apa itu telepon genggam, hingga akhirnya pilihan jatuh pada Sony Ericsson wt19i. Si soner inilah yang membawa saya mengenal Fotonela dan bergabung dengan KFBI. Dari situ mulailah saya mengenal, belajar, dan memahami fotografi.

Soner dibekali kamera dengan spesifikasi 5 MP, 2592×1944 pixels, autofocus, LED flash, dan bersyukur tahun 2013 ini datang rival Soner, yaitu Samsung Galaxy GT-I8160 dengan spec yang sama. Dari kedua handphone ini saya belajar memotret. Tidak ada teknik khusus, yang terpenting adalah pencahayaan. Jika minim cahaya, bisa menggunakan bantuan penerangan bantuan seperti senter atau yang lainnya, dan mainkan imajinasi. Untuk settingan kamera, saya gunakan mode otomatis dan selalu atur kualitas gambar pada pilihan terbaik (high).

image

Saya lebih suka memotret still life, dimanapun itu. Bisa di rumah, di jalan, di tempat kerja.. Dari sini, ide bermunculan. Memang kadang terlihat aneh saat saya memotret, tapi cuek sajalah. Itu bisa jadi tantangan tersendiri. Mengutip kata-kata pak Alex Webb:

Memotretlah karena kamu mencintainya, dan karena bagimu hadiah terbesarnya adalah proses memotret itu sendiri.

Sering dibilang temen aneh, toh akhirnya setelah mereka tau alasannya malah jadi sering diminta buat motret gaya narsis mereka 😀 Positifnya; bisa coba berbagai merk hape dan kamera. Hehehe…Yang utama, jeli dalam memandang. Kita takkan pernah tahu uniknya benda sekitar kita jika tidak mengubah sudut pandang.Saya mencoba memainkan imajinasi, mencoba lebih dekat, seolah-olah jadi fotografer handal 😀 (ya boleh-boleh saja kan…) Sering melihat foto-foto dari internet, media sosial dan forum-forum online juga membuat pandangan saya lebih terbuka tentang fotografi.

image

Terakhir, untuk menciamikkan tampilan foto, saya lakukan editing sedikit dan lagi-lagi masih lewat handphone. Beberapa aplikasi yang biasa saya gunakan adalah Picsart,Picsay Pro, Aviary, Photo Editor, dan Pixlr Express. Sekedar untuk mempertajam dan memberi efek warna.

Begtulah sedikit cerita dan sharing dari saya Semoga bermanfaat 🙂
Disini saya belajar banyak dari sobat KFBI. Dari foto rekan-rekan semua. Menambah inspirasi buat saya.
Terima kasih dan salam jepret 😀

*Lihat lebih banyak foto-foto Susan yang out of the box di profile-nya atau di galeri flickr-nya.

Iklan
 
2 Komentar

Ditulis oleh pada Oktober 30, 2013 in Dari KFBI Untuk Semua, fotografi ponsel, member kfbi

 

Tag: , ,

2 responses to “Cerita Fotografi Ponsel (Seri 2 – Sandi Sutrisno)

  1. FitryaNB

    Oktober 30, 2013 at 10:44 am

    ah… kerennn bangett still life nyah mas soesann… jadi terinspirasi untuk memotret still life dgn sudut pandang yg berbeda… ciamikkk hehe 😀

     
  2. Andrizal Mxp

    Oktober 30, 2013 at 11:38 am

    Mantaaapbh 😀

     

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: